Studi Banding Masyarakat Randau ke Lokasi Pertambangan

masyarakat randau dan pekerja tambang

masyarakat randau dan pekerja tambang

Hari ini, Sabtu tanggal 19 Juli 2009, saya mendapat tugas dari perusahaan untuk mendampingi masyarakat desa Randau, Kecamatan Sandai Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat untuk melakukan studi banding di lokasi pertambangan bauksit. Peserta studi banding dari desa Randau sejumlah 12 orang yang terdiri dari perwakilan tiap dusun masing-masing 2 orang (ada 4 dusun di Randau yang rencana akan dimekarkan jadi 4 desa), 1 orang Ketua BPD (Bapak S. Pinyang), 1 orang PJS Kepala Desa (Bapak Sabinus Anan), tokoh adat, dan perwakilan dari tokoh masyarakat.

Dari Sandai kami berangkat jam 06.00 pagi menggunakan 4 buah kendaraan D-Cab 4WD. Perjalanan dari Sandai sampai Ketapang ditempuh selama 4 jam, kemudian dilanjutkan mengunakan minibus kapasitas 15 orang menuju Site PT Harita Prima Abadi Mineral di Kendawangan dengan waktu tempuh selama 2 jam.

Sesampai di Site Kendawangan PT HPAM, kami langsung makan siang dan istirahat sebentar. Setelah itu kami diberi pengarahan dan pengenalan tentang pertambangan bauksit di ruang meeting PT HPAM oleh Bapak Budi, Manager Produksi PT HPAM. Beberapa sesi tanya jawab dilaksanakan dengan baik walaupun masyarakat sebenarnya sudah tidak sabar untuk ke lapangan.

menuju lahan pembibitan PT HPAM

menuju lahan pembibitan PT HPAM

Setelah puas denngan tanya jawab, kami diantar menuju pembibitan PT HPAM, masyarakat desa Randau langsung ditunjukkan dimana PT HPAM menyiapkan bibit untuk lahan reklamasi. Bibit karet unggul dan lokal yang tersedia menjadi perhatian masyarakat ini. Mereka sangat tertarik dengan pembibitan tersebut karena sebagian besar mereka adalah petani karet. Beberapa sempat melontarkan permohonan untuk meminta bibit karet dari PT HPAM ini karena mereka menilai kualitasnya bagus.

mengamati pembibitan karet PT HPAM

mengamati pembibitan karet PT HPAM

Setelah selesai melihat pusat pembibitan lahan reklamasi PT HPAM, masyarakat diajak menuju lokasi pertambangan. dengan tujuan pertama menuju lahan yang sudah direklamasi, mengingat asumsi masyarakat selama ini adalah lahan bekas tambang tidak bisa ditanami lagi. Dalam perjalanan peserta studi banding melihat secara langsung proses produksi mineral bauksit yang sedang dilakukan. Melewati hauling road, terlihat kanan-kiri alat-alat berat yang sedang bekerja. Tampak pula lahan yang sudah selesai ditambang dan sudah direklamasi dengan tanaman karet setinggi  lebih dri 2 meter. Walaupun jalan penuh debu karena musim kemarau, tidak mengurangi antusias masyarakat untuk tetap melihat, meyimak dan membandingkan apa yang mereka lihat secara nyata dengan informasi tentang pertambangan yang telah mereka dapatkan.

Sesampai di lahan tambang yang sudah direklamasi masyarakat mengamati dengan seksama. Pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan kepada pihak PT HPAm tentang proses reklamasi, dan status lahan reklamsi yang akan diterima masyarakat pasca tambang nanti.

berfoto di lahan yang sudah direklamasi

berfoto di lahan yang sudah direklamasi

Sempat juga masyarakat dari desa Randau ini meminta kepada PT HPAM untuk diketemukan kepada masyarakat sekitar. Mereka ingin mendengar langsung apa dampak dan manfaat yang diterima dari kegiatan PT HPAM ini bagi masyarakat. Akhirnya walau tanpa persiapan sama sekali, dipanggilah tokoh masyarakat di sekitar Kendawangan, salah satunya Dewan Adat Dayak Kendawangan, untuk bertemu, memberi informasi dan berdiskusi dengan masyarakat desa Randau peserta studi banding.

berbincang-bincang dengan masyarakat Kendawangan

berbincang-bincang dengan masyarakat Kendawangan

Dari lokasi lahan reklamasi, kami menuju pelabuhan. Masyarakat ingin melihat secara langsung bagaimana proses pengangkutan hasil tambang (bauksit) ini diangkut untuk diekspor. Penjelasan dari pihak PT HPAM tentang proses pengakutan hasil tambang diberikan langsung oleh bagian shiping.

di lokasi pelabuhan PT HPAM

di lokasi pelabuhan PT HPAM

Tidak puas hanya melihat pelabuhan, masyarakat meminta untuk dapat melihat secara langsung lokasi washing plant, sekaligus mengamati bagaimana bauksit diproses. Selama ini masyarakat memperoleh informasi dari pihak lain bahwa pertambangan bauksit yang ditinjau ini tidak ramah lingkungan dan menimbulkan dampak yang tidak baik bagi masyarakat. Permintaan masyarakat untuk berkunjung ke washing plant akhirnya dipenuhi oleh PT HPAM.

proses produksi

proses produksi mineral bauksit

Setelah puas dengan lahan reklamasi, lahan produksi, dan washing plant, masyarakat akhirnya meminta untuk ditunjukkan reklamasi dengan menggunakan tanaman sawit yang dilakukan PT HPAM. Di lokasi perkebunan kelapa sawit ini masyarakat tampak puas dan senang melihat bibit sawit yang tampak subur. Apalagi memang masyarakat desa randau saat ini sedang gencar-gencarnya belajar tanaman sawit mengingat potensi ekonomi yang dihasilkan sangat besar.

di depan bibit sawit

di depan bibit sawit

Akhirnya acara studi banding ini diselesaikan dengan berfoto di depan bibit sawit. Dengan informasi-informasi baru yang didapatkan melalui studi banding di lokasi pertambangan bauksit milik PT Harita Prima Abadi Mineral masyarakat diharapkan dapat menentukan arah investasi yang akan masuk di desa Randau tempat mereka tinggal.

Selama acara kunjungan ke Site Kendawangan PT HPAM, saya sebagai pendamping sekaligus pekerja di Departement Community Development mengamati bahwa proses pembelajaran yang diikuti oleh masyarakat bisa tuntas jika partisipasi aktif mereka dapat diakomodasi dan difasilitasi. Studi banding adalah metode pembelajaran yang sangat efektif sebagi bentuk partisipasi masyarakat untuk membuat kajian dan penilaian tentang bagaimana memanfaatkan potensi sumber daya alam secara maksimal dengan dampak lingkungan yang minimal. Semua ini dilaksanakan dengan tujuan utama untuk proses pemberdayaan masyarakat menuju kemandirian yang berkelanjutan.

~ by Stanislaus Riyanta on July 20, 2009.

One Response to “Studi Banding Masyarakat Randau ke Lokasi Pertambangan”

  1. salam kenal bung,
    menarik ya kisah perjalanan bung menemani masyarakat yg studi banding itu. salah satunya kayaknya saya kenal bernama heribertus, s.sos.salam kalau ketemu.
    saya tertarik dapat informasi tentang pertambangan bauksit ini, terutama rencana pembukaan Kec.Sandai, Simpang Hulu, dll.
    Bagaimana caranya?

Leave a Reply